Minggu, 04 Juni 2017

Look Who’s Talking: Para Perempuan Inspiratif di Hari Kartini 2017

Pada tanggal 27 April 2017 bertempat di Auditorium Lantai M Gedung Utama PT Pertamina (Persero), diselenggarakan acara peringatan Hari Kartini dengan mengadakan talkshow yang mengangkat tema Look Who’s Talking. Acara diawali dengan arahan dari Yeni Andayani, Direktur Gas PT Pertamina (Persero). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa produktivitas pekerja perempuan dapat menaikkan Gross Domestic Product negara secara signifikan, sehingga peran perempuan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini didukung sifat alami perempuan yang memiliki perhatian terhadap pengentasan kemiskinan. Namun demikian, untuk dapat berkarya dalam profesinya, perempuan memiliki tantangan yang besar khususnya dalam hal work-life balance.



Masih menurut Ibu Yeni, Pertamina telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pekerja perempuan untuk berkarya. Bahkan perusahaan telah mengupayakan workplace yang lebih nyaman bagi pekerja perempuan, di antaranya dengan membuat nursery yang memungkinkan pekerja perempuan membawa anak saat bekerja. Dengan besarnya kesempatan yang sudah diberikan perusahaan, tidak ada yang bisa menghentikan para pekerja perempuan untuk berkarya. Hanya diri pekerja perempuan sendiri yang dapat menghentikan kita untuk maju dan terus berkarya. Untuk itulah acara ini mengangkat hashtag #unstoppableme.

Dalam acara inti peringatan Hari Kartini Tahun 2017 berupa Talkshow bertema Looks Who’s Talking yang dipandu oleh Alvin Adam, dihadirkan 2 (dua) orang narasumber yaitu para perempuan yang dianggap sebagai sumber inspirasi bagi perempuan-perempuan lain. Narasumber pertama dalam talkshow adalah Mahmudah, Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina (Persero) yang bertugas di TBBM Rewulu, Yogyakarta. Sebelum berprofesi sebagai AMT, Ibu Mahmudah pernah menjalani profesi sebagai pengemudi bis pariwisata antar kota selama 16  tahun. Sebagai AMT, setiap harinya Ibu Mahmudah harus standby di filling shed mulai jam 3 pagi, dan menempuh perjalanan mengantar BBM sepanjang tidak kurang 200 km. Bagi ibu tiga anak ini, pekerjaan berat tersebut ia jalani dengan bangga dan bahagia, demi anak-anaknya. Budaya kinerja tinggi di Pertamina memberikan inspirasi bagi Ibu Mahmudah untuk senantiasa bersemangat bekerja untuk perusahaan dan memberikan yang terbaik.

Narasumber kedua adalah Lenggogeni Faruk, suami dari Halilintar Anofial Asmid, sekaligus ibu dari keluarga yang dikenal sebagai “Kesebelasan Gen Halilintar”. Mbak Geni, demikian panggilan akrab beliau, berbagi tips bagaimana mengelola keluarga dengan 11 orang anak tanpa asisten rumah tangga.  Mbak Geni dan Pak Halilintar menerapkan sistem di mana setiap anak memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, dan mereka melaksanakan tanggung jawab tersebut bukan karena diperintah orang tua, tetapi semata-mata untuk kepentingan bersama. Setiap anak juga di-encourage untuk memiliki kebebasan dalam berbicara dan berkreasi sesuai dengan karakter, passion dan hobinya masing-masing anak, sehingga tiap anak mendapatkan treatment sesuai dengan kebutuhan. Mbak Geni tidak menampik bahwa antara satu anak dengan anak yang lain pernah terjadi perselisihan, tetapi selalu dicarikan solusi agar setiap pihak merasa dihargai.

Mbak Geni juga berbagi kisah bagaimana beliau dan Pak Halilintar mengajarkan kepada anak-anak agar memiliki pertalian erat dengan Tuhan. Bagi mereka, Tuhan bukan hanya disembah, tetapi Tuhan turut campur dalam setiap aspek kehidupan. Mereka menanamkan rasa berketuhanan kepada anak-anak sejak dini, dengan menekankan bahwa hal apapun yang terjadi, selalu ada maksud dan tujuan Tuhan di dalamnya. Dengan anak-anak mengenal Tuhan, maka mereka akan memiliki rasa sayang dan cinta kepada Tuhan, yang kemudian menimbulkan rasa sayang dan cinta kepada orang tua mereka. Dengan timbulnya rasa sayang dan cinta pada orang tua, maka anak-anak akan dengan sukarela membantu orang tua tanpa diminta atau merasa dipaksa.

Ketika ditanya bagaimana cara Mbak Geni dan Pak Halilintar berbagi kasih sayang dan memperlakukan setiap anak dengan adil, Mbak Geni menjawab bahwa mereka tidak membagi kasih sayang, melainkan mencurahkan kasih sayang dengan sebesar-besarnya. Dalam hal memperlakukan anak dengan adil, bagi Mbak Geni “adil” tidak berarti “sama rata sama rasa”, melainkan bagaimana anak diperlakukan sesuai dengan usia, keperluan dan porsinya masing-masing. Satu hal yang ditekankan oleh Mbak Geni adalah anak senantiasa meng-capture segala sesuatu yang dilakukan orang tua, maka orang tua diharapkan senantiasa memberi teladan yang baik bagi anak. Mbak Geni juga berbagi tips bagi para pekerja wanita yang hadir pada saat talkshow bahwa walaupun sebagai wanita karir kebersamaan dengan anak tidak seintensif mereka yang menjadi ibu rumah tangga fulltime, alangkah baiknya jika waktu yang dihabiskan bersama anak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi lebih berarti bagi orang tua dan anak.

Sabtu, 20 Februari 2016

Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia



Judul Buku : Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia
Jenis : Buku Umum/Edukasi
Penulis : Arini Tathagati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2015
ISBN : 9786020323459
Kolasi : viii + 118 halaman

Terkadang calon mahasiswa dan orang tua menghadapi kebingungan dalam memilih bidang studi apa yang sebaiknya diambil saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Seringkali calon mahasiswa dan orang tua mendapatkan bayangan atau informasi yang kurang tepat mengenai jurusan yang dipilih. Kasus lainnya, banyak yang terbuai mimpi memilih jurusan bergengsi, padahal minat dan kemampuannya tidak sesuai dengan jurusan tersebut. Akibatnya seringkali mahasiswa mengalami hambatan pada saat belajar di perguruan tinggi, bahkan dapat berujung pada mahasiswa tersebut drop-out.

Buku ini berisi gambaran mengenai program studi Teknik Kimia, mulai dari lingkup program studinya, mata kuliah yang dipelajari, serta profesi apa saja yang bisa dijalani oleh para lulusannya. Khususnya bagi para calon mahasiswa, buku ini juga memberikan berbagai kiat-kiat menempuh pendidikan di program studi Teknik Kimia. Setelah membaca buku ini, baik para calon mahasiswa maupun orang tua akan lebih memahami mengenai program studi Teknik Kimia dan profesi insinyur teknik kimia, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih program studi yang akan ditempuh di perguruan tinggi.

Buku ini diawali dengan pengenalan Program Studi Teknik Kimia, bagaimana sejarah munculnya bidang keilmuan Teknik Kimia, dan peluang profesi apa saja yang bisa dijalani lulusan Program Stui Teknik Kimia. Bab II menjelaskan mengenai materi apa saja yang dipelajari di Program Studi Teknik Kimia, baik materi yang disampaikan di kelas, praktikum di laboratorium, kerja praktek, perancangan pabrik, hingga penelitian. Pada Bab III, disampaikan mengenai minat dan kemampuan apa saja yang sebaiknya dimiliki jika ingin berhasil menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Kimia. Pada Bab IV, terdapat kiat-kiat untuk berhasil dalam menjalani pendidikan di Program Studi Teknik Kimia, termasuk kiat-kiat untuk hal-hal non teknis di luar kegiatan pendidikan. Sedangkan pada Bab V diberikan daftar universitas di Indonesia yang memiliki program studi S1 Teknik Kimia beserta status akreditasinya di tahun 2015.

Jumat, 21 November 2014

Mari Menyusun SOP

Standard Operating Procedure (SOP) merupakan perangkat organisasi yang berfungsi memandu setiap individu dan/atau unit kerja untuk beroperasi secara konsisten, untuk mencapai tujuan organisasi. Selain sebagai panduan, SOP juga bermanfaat sebagai perangkat melakukan telusur balik (trace back) apabila terjadi keluhan atau hasil audit menunjukan indikasi adanya kesalahan, kelalaian, atau kecurangan. SOP juga merupakan salah satu referensi yang digunakan dalam menyelesaikan konflik atau perselisihan.

Pertanyaan yang sering timbul dalam proses penyusunan SOP adalah harus mulai dari mana, seperti apa bentuknya, dan apa saja yang harus dituangkan dalam SOP. Buku “Mudah Menyusun SOP” akan membantu Anda memberikan gambaran seperti apa struktur SOP dalam organisasi, jenis-jenis dokumen yang termasuk dalam SOP, cara menyusun dokumen SOP, serta cara untuk memastikan agar prosedur yang diatur dalam SOP berjalan dengan efektif dan efisien. Walaupun model yang dijelaskan dalam buku ini adalah model yang umumnya digunakan dalam korporasi besar, namun Sistem Tata Kerja yang diulas dapat juga diterapkan dalam organisasi kecil atau bisnis perorangan.

Beli di penebar-swadaya.net 

Buku ini diawali dengan pengenalan SOP dan Sistem Tata Kerja, struktur dokumen Sistem Tata Kerja, dan siapa saja yang menggunakan Sistem Tata Kerja. Bab II menjelaskan mengenai daur hidup Sistem Tata Kerja serta proses penyusunan dan pengembangan Sistem Tata Kerja. Bab III menjelaskan mengenai organisasi dan cara menyusun proses bisnis yang berlangsung dalam organisasi. Bab IV sampai dengan Bab VII menjelaskan lebih detail mengenai dokumen yang digunakan dalam Sistem Tata Kerja, seperti fungsi dari masing-masing dokumen dan cara penyusunannya. Bab VIII menjelaskan mengenai audit kepatuhan sebagai mekanisme untuk memastikan agar Sistem Tata Kerja dilaksanakan secara konsisten dalam organisasi. Pada Bab IX dijelaskan mengenai tata cara pengendalian dokumen Sistem Tata Kerja dan rekaman yang menjadi bukti implementasi Sistem Tata Kerja secara konsisten. Di bagian akhir buku, terdapat contoh-contoh dokumen STK dalam organisasi. Buku ini juga dilengkapi dengan CD yang berisi detail diagram alir dan format prosedur yang tercantum di dalam buku.

Data Buku :
Judul: Mudah Menyusun SOP
Penulis : Arini T. Soemohadiwidjojo
Penerbit : Penebar Plus
Terbit : Jakarta, November 2014
ISBN : 9786021279175
Harga : Rp 54.000,-

Jumat, 31 Oktober 2014

Rahasia Menjadi Penulis dan Membuat Buku

Hari ini, banyak orang yang ingin menjadi penulis, tapi tidak tahu harus mulai dari mana, menulis apa, atau harus seperti apa tulisannya. Sebenarnya tipsnya sangat sederhana: mulailah menulis. Saat Anda tak tahu mau menulis apa, mulailah menulis sesuatu yang Anda sukai atau Anda kuasai. Jika Anda menyukai tentang parenting, tulislah tentang parenting. Jika Anda menguasai masalah marketing, tulislah tentang marketing. Jangan risaukan masalah kualitas tulisan dan EYD. Semakin sering Anda menulis, Anda akan semakin terlatih untuk membuat tulisan yang berkualitas dan mengikuti kaidah-kaidah EYD.

Saya mulai berlatih menulis dengan menulis buku harian. Tentu saja, isi tulisan tersebut sangat personal bagi saya, jadi seandainya tulisannya jelek, kalimatnya tidak “bunyi”, atau melanggar EYD,  tidak ada yang akan mengomentari, karena tulisan-tulisan itu memang hanya untuk konsumsi saya sendiri. Namun semakin sering saya menulis, ternyata kemampuan saya untuk memilih kata dan menyusun kalimat yang “bunyi” menjadi lebih terasah. Kemampuan ini terasa sangat membantu ketika saya memberanikan diri untuk menulis artikel ilmiah, sebuah tulisan dengan topik yang serius untuk dibaca publik. Kata demi kata mengalir dengan lebih mudah, dan hasilnya adalah sebuah artikel yang mudah dipahami namun tidak meninggalkan esensi isinya.

Semakin sering kita menulis, biasanya timbul cita-cita baru: membuat buku. Hampir semua orang yang aktif menulis ingin menulis buku. Namun seringkali proses penulisan buku terbentur oleh berbagai kendala, mulai dari kesulitan menemukan ide buku, proses penulisan buku itu sendiri, hingga bagaimana buku tersebut akan diterbitkan. Terkadang ide topik buku sudah muncul, tapi bingung harus mulai menulis dari mana. Ketika sudah mulai menulis buku, terkadang penulis terbentur writers’ block, yang membuat  penulis seperti mati gaya dan tidak punya ide apa yang harus diulas untuk meneruskan tulisannya. Ketika naskah buku sudah selesai, persoalan lain timbul: ke mana naskah buku ini harus diberikan agar diterbitkan dan dapat dibaca oleh khalayak?
Berikut ini adalah beberapa tips menulis buku agar penulisan buku berjalan dengan lancar:
  • Tentukan topik yang ingin ditulis, dan fokus serta konsisten menulis topik tersebut. Sama seperti ketika Anda mengawali menjadi penulis, pilihlah topik yang Anda sukai dan kuasai betul. Memilih topik yang disukai dan dikuasai merupakan hal yang bisa memotivasi Anda untuk terus menulis dan menulis hingga buku tersebut rampung. 
  • Tetapkan siapa target pembacanya. Ini akan menentukan gaya bahasa yang Anda gunakan dalam menulis buku.
  • Tetapkan target jumlah halaman buku. Kemudian tetapkan target menulis harian secara realistis (misalnya 5 halaman A4 per hari), untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis buku tersebut.
  • Sebelum menulis, buat kerangka/outline sebagai panduan Anda. Outline akan membuat proses penulisan buku Anda lebih terarah. Outline juga bermanfaat ketika Anda mengalami writers’ block, karena akan membantu menyegarkan ingatan Anda tentang desain awal dari buku yang sedang Anda tulis.
  • Dalam proses menulis, carilah data yang valid. Gunakan referensi sebanyak-banyaknya, jika perlu lakukan wawancara dengan banyak narasumber. Sebuah buku dengan data yang obsolete atau data yang salah tentunya tidak akan menarik untuk dibaca dalam jangka panjang. Untuk buku bergenre non fiksi, keabsahan data merupakan sebuah keharusan. Bahkan buku bergenre fiksi seperti novel atau teenlit akan menjadi lebih menarik jika setting yang digunakan mendekati kondisi yang sebenarnya.
  • Setelah selesai menulis, lakukan self-editing, untuk memastikan tulisan Anda “bunyi”, enak dibaca, alurnya mengalir, dan sesuai EYD.

Setelah buku selesai ditulis, tahap berikutnya adalah menerbitkan buku tersebut. Banyak cara agar buku tersebut bisa dipublikasikan kepada khalayak. Cara yang konvensional adalah dengan menawarkan naskah tersebut kepada penerbit. Tentunya Anda harus mencari penerbit yang sesuai dengan genre tulisan Anda, serta memiliki reputasi yang terpercaya. Tidak jarang terjadi kasus penulis yang naskahnya dibawa lari oleh penerbit yang memiliki itikad kurang baik, atau ketika buku sudah terbit, pembayaran naskah atau royaltinya tidak pernah dilakukan. Untuk tahu mana penerbit yang terpercaya, Anda bisa berdiskusi dengan penulis yang berpengalaman menerbitkan buku.

Pada umumnya penulis ingin bukunya dapat diterbitkan oleh penerbit besar yang bonafit, syukur-syukur bisa menembus penerbit papan atas seperti Gramedia Group. Namun di penerbit besar, proposal buku Anda akan bersaing dengan ratusan, bahkan ribuan proposal buku lainnya. Saat ini ada cara agar konsep buku Anda bisa diterbitkan lebih cepat, yaitu melalui self-publishing. Pada umumnya penerbit yang melayani jasa self-publishing bersedia menerbitkan naskah Anda, bagaimana pun kualitas naskahnya, selama naskah tersebut bermanfaat, tidak mengandung penghinaan, SARA, atau hal-hal lain yang melanggar norma dan etika pada umumnya. Salah satu penerbit yang memiliki layanan self-publishing adalah Rasibook, yang menyediakan berbagai layanan paket penerbitan.



Sudah mencoba ke penerbit besar, sudah mencoba self-publishing, tapi buku Anda masih belum beruntung? Tetaplah berikhtiar. Sama seperti setiap orang yang memiliki rejekinya masing-masing, setiap tulisan pun memiliki “rejeki”nya sendiri. Apakah tulisan kita ditakdirkan untuk menjadi buku yang laku keras dan bermanfaat, kita tidak pernah tahu jika tidak pernah melakukan upaya untuk menerbitkannya. Beberapa penulis ternama telah membuktikan bahwa mereka perlu mencoba hingga ribuan kali, sebelum buku mereka diterbitkan dan menjadi best seller sepanjang masa. Jadi jangan pernah menyerah, tetap semangat untuk menulis dan mencoba menerbitkan buku, mungkin suatu saat Anda akan ditunjukkan jalan yang terbaik untuk menulis buku dan menerbitkannya, serta memberikan manfaat bagi banyak pihak.



Updated: tulisan ini dan beberapa tulisan peserta lomba lainnya sudah dibukukan dalam buku "Jejak Langkah Penulis" terbitan Rasibook. Dapatkan segera di www.rasibook.com!

Rabu, 14 Mei 2014

Jangan Sembarang Bikin Prosedur!

Istilah Standard Operating Procedure (SOP) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. SOP, atau Sistem Tata Kerja, merupakan perangkat organisasi yang berfungsi memandu setiap individu dan/atau unit kerja untuk beroperasi secara konsisten, untuk mencapai tujuan organisasi. Sistem Tata Kerja juga bermanfaat sebagai perangkat untuk melakukan telusur balik (trace back) apabila terjadi keluhan atau hasil audit menunjukan indikasi adanya kesalahan, kelalaian, atau kecurangan, serta bisa dijadikan sebagai referensi dalam menyelesaikan konflik atau perselisihan.


Seringkali kita mengalami kesulitan ketika harus menyusun SOP, seperti harus mulai dari mana, seperti apa bentuknya, dan langkah apa saja yang harus dituangkan dalam SOP. Buku “Step By Step Membuat SOP” ini akan membantu Anda memberikan gambaran seperti apa struktur SOP/Sistem Tata Kerja, jenis-jenis dokumen dalam Sistem Tata Kerja, cara menyusun dokumen Sistem Tata Kerja, serta cara untuk memastikan agar prosedur yang diatur dalam Sistem Tata Kerja tersebut berjalan dengan efektif dan efisien. Walaupun model yang dijelaskan dalam buku ini adalah model yang umumnya digunakan dalam korporasi besar, namun Sistem Tata Kerja yang diulas dapat juga diterapkan dalam organisasi kecil atau bisnis perorangan.

Buku ini diawali dengan pengenalan Sistem Tata Kerja, siapa saja yang menggunakan Sistem Tata Kerja, struktur dokumen Sistem Tata Kerja, proses penyusunan dan pengembangan Sistem Tata Kerja. Bab II menjelaskan mengenai organisasi dan cara mengidentifikasi dan menyusun proses bisnis yang berlangsung dalam organisasi. Bab III sampai dengan Bab VI menjelaskan lebih detail mengenai dokumen yang digunakan dalam Sistem Tata Kerja, seperti fungsi dari masing-masing dokumen dan cara penyusunannya. Pada Bab VII, diberikan contoh proses penyusunan Sistem Tata Kerja dalam bisnis perorangan sederhana. Pada Bab VIII, dijelaskan mengenai audit kepatuhan sebagai mekanisme untuk memastikan agar Sistem Tata Kerja dilaksanakan secara konsisten dalam organisasi. Sedangkan pada Bab IX dijelaskan mengenai tata cara pengendalian dokumen Sistem Tata Kerja dan rekaman yang menjadi bukti implementasi Sistem Tata Kerja secara konsisten.
 

Data Buku :
Judul: Step By Step Membuat SOP
Penulis : Arini Tathagati
Penerbit : Efata Publishing
Terbit : Yogyakarta, Maret 2014
ISBN : 9786027760745
Harga : Rp 37.500,-

Kamis, 24 Oktober 2013

Pidato Bung Karno yang Melintas Jaman

Siapa yang tidak kenal Ir. Soekarno? Sang Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia ini tak hanya menjadi tokoh bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan tokoh dunia internasional. Sepak terjangnya dalam membawa Indonesia menuju kemerdekaan serta mengupayakan perdamaian dunia telah membuat Bung Karno dikenang sebagai sosok yang luar biasa.

Bung Karno juga dikenal dengan pidato-pidatonya yang dahsyat, baik dari cara beliau membawakan maupun isi dari pidato tersebut. Buku “Bung Karno Sang Singa Podium” karya Rhien Soemohadiwidjojo ini berisi kumpulan pidato-pidato pilihan yang pernah disampaikan Bung Karno yang disampaikan sejak jaman perjuangan merebut kemerdekaan hingga di akhir masa pemerintahan beliau. Buku ini diawali dengan ringkasan biografi Bung Karno sejak awal kelahiran beliau, masa muda beliau, awal beliau mulai bergabung dalam pergerakan nasional, masa-masa beliau di pembuangan, peran beliau pada masa pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan, masa mempertahankan kemerdekaan, hingga akhir masa pemerintahan beliau dan akhir hayat beliau. Tak lupa disertakan juga berbagai kisah tambahan yang terkait Bung Karno, termasuk tulisan-tulisan beliau, istri-istri beliau dan berbagai karya seni yang diprakarsai oleh Bung Karno, untuk mengenal sosok Bung Karno lebih dekat.

Ruh dari buku ini ada pada bab kedua, yang mengulas secara komprehensif pidato-pidato Bung Karno, mulai dari kapan dan bagaimana Bung Karno belajar berpidato, pergerakan tema pidato Bung Karno dari masa ke masa, serta rahasia pidato Bung Karno dan “ritual” yang biasa dilakukan Bung Karno sebelum berpidato. Salah satu hal yang diulas dalam bab ini adalah proses penyusunan naskah pidato kenegaraan yang dilakukan oleh Bung Karno. Sebagai orator, Bung Karno terbiasa melakukan pidato secara spontan, namun untuk pidato kenegaraan yang dibacakan setiap tanggal 17 Agustus, Bung Karno membutuhkan waktu khusus untuk menyusun pidato kenegaraan tersebut. Sebagai hasilnya adalah rangkaian pidato kenegaraan yang berkesinambungan dari tahun ke tahun, dengan topik nasionalisme dan kesejahteraan bangsa yang masih relevan hingga saat ini. Dalam bab ini dikisahkan pula reaksi pendengar terhadap pidato Bung Karno, serta orang-orang yang berperan penting dalam pidato Bung Karno, termasuk ajudan dan para penerjemah.

Bab ketiga hingga bab ketujuh berisi kumpulan pidato Bung Karno, yang dibagi menjadi 5 bagian, yaitu pidato pra-Proklamasi, pidato pada masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan (1945-1949), pidato pada masa 1950-1958, pidato pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965), dan pidato pasca peristiwa G 30 S tahun 1965. Pembagian ini dimaksudkan agar pembaca dapat melihat benang merah dan pergerakan tema pidato Bung Karno dari masa ke masa dengan lebih jelas. Sedangkan Bab kedelapan atau bab penutup berisi kumpulan kutipan (quotes) Bung Karno baik yang bersumber dari pidato beliau maupun berasal dari tulisan beliau.

Data Buku :
Judul: Bung Karno – Sang Singa Podium
Penulis : Rhien Soemohadiwidjojo
Penerbit : Second Hope
Terbit : Yogyakarta, Oktober 2013
ISBN : 9786027760622
Harga : Rp 78.000,-


 Note: posting orisinil dimuat di http://iidn.org

Senin, 27 Mei 2013

Rumah Si Pitung, Warisan Sejarah dan Budaya di Pesisir Jakarta

Rumah Si Pitung merupakan obyek wisata sejarah dan budaya yang terletak di Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, kurang lebih di belakang STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Marunda. Bangunan ini merupakan salah satu peninggalan budaya masyarakat pesisir di abad ke-19, dan berdasarkan peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 9 tahun 1999 telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya.

Walaupun disebut Rumah Si Pitung, namun bangunan ini bukan rumah kelahiran atau milik keluarga Pitung, jawara Betawi yang terkenal akan perjuangannya melawan ketidakadilan penguasa Hindia Belanda. Rumah panggung bergaya arsitektur Bugis yang berada di lahan seluas 700 meter persegi tersebut sebenarnya milik Haji Syafiuddin, pengusaha “sero”. Menurut kisah yang dituturkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat, rumah ini pernah dirampok oleh Pitung.

Untuk mencapai Rumah Si Pitung, bisa menggunakan angkot atau kendaraan pribadi. Jika menggunakan angkot, turun di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jl. Marunda Makmur, Cilincing, kemudian telusuri ruas jalan di samping kampus menuju ke arah pantai. Kurang lebih 300 meter dari jalan raya, terdapat lapangan yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan pribadi. Dari lapangan tersebut, lanjutkan perjalanan melewati jembatan beton yang melintas di atas sungai Blencong. Kurang lebih 300 meter dari jembatan sungai Blencong, terdapat sebuah rumah panggung dicat warna merah delima dan diberi pagar pengaman. Itulah Rumah Si Pitung.



Dari sumber yang mengatakan bahwa rumah tersebut dirampok pada tahun 1883, maka diperkirakan rumah panggung tersebut didirikan pada awal abad ke-19. Saat didekati, terlihat rumah sepanjang 15 meter dengan lebar 15 meter ini ditopang oleh 40 buah tiang setinggi 2 meter, yang diletakkan di atas landasan beton setinggi 50 cm. Peninggian ini dilakukan untuk mencegah air pasang atau banjir rob menggenangi rumah tersebut, mengingat rumah ini hanya berjarak 50 meter dari bibir pantai.


Untuk memasuki Rumah Si Pitung, pengunjung harus menaiki tangga di bagian depan rumah. Selama berada di bagian dalam rumah pengunjung harus berhati-hati, karena bagian dalam rumah ini agak pendek, hanya setinggi 2 meter. Saat ini rumah tersebut sudah dipasangi listrik, sehingga tidak menimbulkan kesan angker. Di dalam rumah terdapat perabot khas gaya Betawi, seperti kursi tamu, tempat tidur, meja rias, dan peralatan dapur. Sebagian perabot kuno ini bukan merupakan benda asli dari Rumah Si Pitung, melainkan sumbangan dari berbagai pihak.


Note : dimuat di tabloid Jakarta Baru edisi 29 April 2013