- https://www.pertamina.com/id/news-room/news-release/pertamina-smexpo-2022-usung-umkm-asli-indonesia-asli-kerennya, diakses 1 Desember 2022
- https://ditjenpp.kemenkumham.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=847:persoalan-hukum-seputar-tanggung-jawab-sosial-dan-lingkungan-perseroan-dalam-perundang-undangan-ekonomi-indonesia&catid=102:hukum-perdata&Itemid=182, diakses 1 Desember 2022 https://theconversation.com/umkm-indonesia-tahan-banting-pada-krisis-1998-dan-2008-tapi-tidak-saat-pandemi-141136, diakses 1 Desember 2022
Sabtu, 03 Desember 2022
UMKM Sebagai Benteng Bangsa Dari Krisis Ekonomi
Jumat, 30 April 2021
Pemimpin Perempuan Untuk Generasi Yang Lebih Baik
"Bukan laki-laki yang hendak kami lawan, melainkan pendapat kolot dan adat usang." -Raden Adjeng Kartini-
Setiap bulan April kita memperingati Hari Kartini, untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh emansipasi perempuan. Namun sejatinya, “emansipasi perempuan” yang selalu dikaitkan dengan RA Kartini bukanlah gerakan feminisme dalam arti yang sempit. Kartini menyadari bahwa perempuan yang terdidik bukan sekadar memberikannya kebebasan dari kekangan yang membatasi perempuan untuk berkembang dan maju. Lebih dari itu, Para perempuan yang terdidik akan mampu menjalankan kodratnya sebagai ibu, untuk mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus yang lebih baik.
Peran perempuan sebagai pendidik pertama ini merupakan bentuk dari kepemimpinan perempuan. Kepemimpinan perempuan – tepatnya kepemimpinan ibu -- adalah hal pertama yang dirasakan oleh anak-anaknya. Seringkali karakter kepemimpinan perempuan sebagai ibu pun terbawa hingga di lingkungan di luar rumah, termasuk di komunitas atau di tempat kerja. Namun karakter kepemimpinan perempuan yang khas inilah yang menjadi keunggulan para perempuan yang berperan sebagai pemimpin. Sebut saja kemampuan multitasking, memiliki kepekaan, memiliki keluwesan dalam bergaul maupun berkomunikasi, lebih rajin, lebih teliti – hal-hal ini membuat perempuan memiliki cara memimpin yang berbeda dengan laki-laki.
Walaupun saat ini perempuan sudah banyak memiliki kesempatan untuk maju dan berkembang, namun seringkali perempuan terhambat oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis fenomena. Fenomena yang pertama adalah Glass Ceiling Effect, di mana ketika perempuan mencoba meraih posisi yang lebih tinggi, ia bisa melihat posisi itu, namun ada batasan yang tidak nampak. Hal ini bisa disebabkan adalah sikap stereotyping, prejudice, dan memandang kedudukan perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Sedangkan fenomena yang kedua adalah Sticky Floor Effect, di mana hambatan untuk maju sudah ditemui perempuan sejak awal berkarir, misalnya akibat budaya kerja yang maskulin, kondisi keluarga, atau bahkan dari sang perempuan sendiri yang tidak yakin akan kemampuannya, membuat perempuan takut berambisi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Bagaimana cara mengatasi kedua fenomena yang bisa menghambat kemajuan perempuan? Inilah tantangan perempuan untuk menunjukkan bahwa kualitas kepemimpinan perempuan sama baiknya dengan para lelaki. Perempuan harus dapat memiliki sikap yang positive thinking, tangguh, pantang menyerah, memanfaatkan keluwesannya untuk membangun network yang luas, serta memiliki dedikasi tinggi untuk menunjukkan hasil pekerjaan terbaik.
Jika kita kembali kepada kodrat perempuan sebagai ibu, ibu adalah pemimpin pertama yang memimpin dan mendidik anak-anaknya. Kepemimpinan ibu dapat juga diterapkan di tempat lain, termasuk di komunitas dan di tempat kerja. Banyak perempuan yang sukses dalam kepemimpinannya, dengan memposisikan dirinya sebagai seorang ibu. Seperti seorang ibu, pemimpin perempuan dapat membimbing bawahannya, membangun kepercayaan, memberi semangat, nasehat, dan memberi dukungan. Pemimpin perempuan – seperti halnya seorang ibu – juga harus menjadi role model, memberi keteladanan sebagai pemimpin yang handal dan bertanggung jawab, sekaligus adil kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan mengambil peran sebagai “ibu”, pemimpin perempuan bisa menciptakan suasana yang solid dan harmonis, seperti halnya seorang ibu yang menjaga keharmonisan keluarganya.
Barangkali timbul pertanyaan, bagaimana jika kita – perempuan – belum memiliki anak, atau bahkan masih melajang? Apakah kita akan mampu memimpin dengan mengambil peran sebagai ibu? Menurut saya, kodrat sebagai ibu melekat di setiap perempuan, apakah perempuan itu memiliki anak, tidak memiliki anak, dan bahkan perempuan yang lajang sekalipun. Kenali diri kita sebagai perempuan, kenali kelebihan atau keunggulan kita sebagai perempuan, dan implementasikan kelebihan tersebut dalam aktivitas kita sehari-hari, sehingga kita bisa memberikan kepemimpinan yang handal dan penuh rasa tanggung jawab, tanpa meninggalkan karakter kita sebagai perempuan. Dan dengan berperan sebagai ibu dalam kepemimpinan kita, kita turut memberikan kontribusi untuk menjadikan generasi penerus yang lebih baik.
When You Educate a Man, you educate a man.
When you educate a woman, you educate a generation.
(Tulisan ini dibuat dalam rangka Peringatan Hari Kartini 21 April 2021)
Rabu, 22 Juli 2020
Goededag, Vliegveld Tjililitan!
Vliegveld
Tjililitan, 24 November 1924. Fokker VII nomor
registrasi NAHCC baru saja mendarat di Vliegveld Tjililitan, Batavia setelah
take off dari Muntok dalam rangka menyelesaikan tahapan akhir rute
Amsterdam-Batavia. Pesawat yang lepas landas dari Schippol pada tanggal 1
Oktober 1924 ini baru saja menyelesaikan 55 hari perjalanannya, sekaligus menjawab
“tantangan” membuka rute penerbangan dari Belanda ke Hindia Belanda.
| Salah satu DC-3 yang pernah digunakan TNI AU |
Inilah peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, atau awalnya bernama Vliegveld Tjililitan. Vliegveld Tjililitan dibangun pada tahun 1915 untuk melayani penerbangan sipil domestik. Lahan yang digunakan untuk Vliegveld Tjililitan semula merupakan tanah partikelir bernama Tandjoeng Oost yang dimiliki oleh Pieter van der Velde. Adanya pendaratan Fokker VII NAHCC tahun 1924 menandai peristiwa penting yang mengubah fungsi Vliegveld Tjililitan menjadi bandara internasional pertama di Hindia Belanda.
Vliegveld Tjililitan “berhenti sementara” sebagai tempat pendaratan pesawat-pesawat dari Eropa pada tahun 1940, ketika fungsi bandara komersial internasional dipindahkan ke Vliegveld Kemajoran. Pada masa Perang Dunia, seiring meningkatnya kebutuhan militer, Vliegveld Tjililitan beralih fungsi menjadi lapangan udara militer. Fungsi ini berlanjut ketika pada tahun 1946, Vliegveld Tjililitan menjadi basis Militaire Luchtvaart van het Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (ML-KNIL atau Angkatan Udara KNIL).
Sebagai salah satu hasil Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag, pemerintah Belanda diwakili oleh Kepala Militaire Luchtvoort (Penerbangan Militer) menyerahkan Vliegveld Tjililitan kepada pemerintah Indonesia pada 20 Juni 1950. Diterima oleh KSAU Komodor Udara Soerjadi Suryadarma, Vliegveld Tjililitan diperuntukkan sebagai pangkalan udara militer sekaligus markas Komando Operasi Angkatan Udara I TNI-AU. Tanggal 17 Agustus 1952, nama Lapangan Udara Tjiilitan kemudian diganti menjadi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, sebagai penghormatan kepada Marsekal Muda TNI (Anumerta) Abdul Halim Perdanakusuma yang gugur pada tanggal 14 Desember 1947 ketika pesawat yang diterbangkannya bersama Marsekal Muda TNI (Anumerta) Iswahjoedi jatuh di Tanjung Hantu, Semenanjung Malaya.
| Suasana Bandara Halim dari dalam pesawat |
Namun fungsi Lapangan Udara Halim Perdanakusuma sebagai pangkalan udara militer ternyata tidak berlangsung selamanya. Tahun 1974, Bandara Halim Perdanakusuma kembali melayani penerbangan komersial sebagai pendamping Bandara Kemayoran untuk penerbangan internasional. Setelah Bandara Kemayoran ditutup secara resmi pada 1 Mei 1985 dan seluruh penerbangan komersial dipindahkan ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma kembali berfokus pada kepentingan penerbangan militer. Dan seperti kita ketahui, sejak tahun 2014, Bandara Halim Perdanakusuma kembali menjalani dua fungsi sebagai pangkalan udara militer sekaligus melayani penerbangan komersial, untuk mengurangi kepadatan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
| Hanggar Skadron Udara 31 |
Di antara hanggar yang diserahkan oleh ML-KNIL kepada TNI-AU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada tahun 1950, salah satunya adalah hanggar yang digunakan Skadron Udara 31 Satuan Udara Angkut Berat. Hanggar ini merupakan hanggar beton dari masa Hindia Belanda, dan masih berdiri dengan kokoh hingga hari ini. Saat ini hangar Skadron Udara 31 merupakan “rumah” bagi armada Lockheed Martin C-130 Hercules, pesawat angkut berat buatan Amerika Serikat. Sejak dibuat pertama kali tahun 1954, pesawat itu telah sukses menjalani berbagai misi militer dan sipil, dan telah berkembang dalam berbagai jenis varian.
| Armada Hercules TNI AU di Halim |
Keberadaan Hercules di Indonesia memiliki kisah yang menarik, karena Indonesia merupakan negara pertama di luar Amerika Serikat yang menggunakan Hercules. Generasi pertama Hercules di Indonesia merupakan “hadiah” dari pemerintah Amerika Serikat atas penukaran tawanan pilot CIA Allen Pope yang terlibat membantu pemberontakan Permesta di Sulawesi pada tahun 1958. Ketika Presiden AS JFK menawari hadiah, Soekarno meminta ditunjukkan pesawat Hercules yang saat itu masih baru. Indonesia kemudian menerima 10 pesawat Hercules yang menjadi embrio lahirnya Skadron Angkut Berat Jarak Jauh TNI AU.
| Tugu Sapta Marga |
Satu hal yang tidak banyak orang tahu, di dalam area Vliegveld Tjililitan pernah terdapat Ereveld Tjililitan, yang merupakan kompleks pemakaman militer. Sangat umum di masa Perang Dunia II lapangan udara militer memiliki makam di dekatnya, untuk memakamkan korban perang, korban kecelakaan pesawat, atau tokoh Angkatan Udara yang wafat. Saat ini pemakaman tersebut sudah tidak ada karena pada tahun 1968 dipindahkan ke Ereveld Menteng Pulo, sesuai perjanjian sentralisasi makam Belanda. Di tempat yang diduga pernah menjadi lokasi Ereveld Tjililitan, terdapat hutan kecil yang ditandai Monumen Sapta Marga. Sedangkan makam yang semula berada di Ereveld Tjililitan dimakamkan dalam satu blok di Ereveld Menteng Pulo, ditandai dengan tugu berbentuk baling-baling pesawat dan prasasti bertuliskan “ter nagedachtenis aan onze gevallen kameraden” yang artinya kira-kira: “Untuk rekan-rekan kami yang telah jatuh”.
| Blok Tjililitan di Ereveld Menteng Pulo |
Laut Sebagai Sumber Energi Terbarukan
- energi yang dihasilkan gratis, tidak memerlukan bahan bakar, dan tidak menimbulkan polusi dan limbah
- biaya pengoperasian dan perawatan fasilitas generator cukup murah
- dapat memproduksi energi dalam jumlah besar
- produksi energi sangat bergantung pada kondisi gelombang laut – terkadang bisa diperoleh energi dalam jumlah besar, terkadang tidak
- membutuhkan lokasi yang tepat, di mana gelombang laut yang terjadi cukup kuat sepanjang waktu
- beberapa rancangan turbin generator terkadang sangat berisik
- harus mampu bertahan dalam kondisi badai terburuk
Note: dimuat di
Pembangkit Listrik Mikrohidro - Solusi Penyediaan Listrik di Lokasi Terpencil
- Menggunakan air sebagai sumber daya alam terbarukan (renewable) dan tidak konsumtif terhadap pemakaian air
- Teknologi sederhana sehingga mudah dioperasikan, biaya pengoperasian rendah, dengan efisiensi tinggi
- Dapat diintegrasikan dengan program lain seperti irigasi dan perikanan
- Dam/Bendungan Pengalih (Diversion Weir) dan Titik Pengambilan (intake). Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan aliran air ke instalasi PLTMH melalui titik pengambilan di sisi sungai ke dalam sebuah bak pengendap. Bagian ini biasanya dilengkapi dengan pintu air, sehingga aliran air dapat ditutup untuk keperluan inspeksi dan pemeliharaan.
- Bak Pengendap (Settling Basin). Bak pengendap digunakan untuk memisahkan partikel-partikel pasir dari air, agar tidak terikut aliran air karena dapat merusak komponen-komponen lainnya. Bak pengendap dapat dilengkapi dengan saringan untuk menangkap sampah atau ikan yang terbawa aliran air.
- Saluran Penghantar (Headrace). Saluran penghantar biasanya dibuat mengikuti kontur geografis aliran air untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan
- Bak Penenang (Headtank). Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara saluran penghantar dan pipa pesat, serta untuk pemisahan/penyaringan akhir kotoran dalam air.
- Pipa Pesat (Penstock). Pipa pesat atau pipa penyaluran menghubungkan antara saluran penghantar dengan turbin yang terletak di elevasi lebih rendah.
- Turbin. Turbin berfungsi mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik yang menggerakkan generator.
- Pipa Hisap (Tailrace). Pipa hisap berfungsi untuk menghisap air dari turbin dan mengeluarkan air ke saluran buang.
- Generator. Generator berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
- Sistem Kontrol.
Pemetaan Korosi Pada Kilang Minyak Bumi
![]() |
Tipikal Peta Korosi Untuk Unit Distilasi Minyak Mentah |
- Data rancangan peralatan, berupa data material dan kondisi proses rancangan
- Data laboratorium, berupa data komposisi fluida proses
- Data operasi aktual, berupa data temperatur, tekanan dan laju alir proses
- Data inspeksi, berupa data pengurangan ketebalan material (untuk mengetahui laju korosi aktual), serta data kerusakan/kegagalan material yang pernah terjadi dan data penggantian material
- Data laju korosi dari uji laboratorium menggunakan simulasi kondisi proses
- Data hasil uji kupon korosi in-situ
Ballet Ramayana: Pesona Lain Wisata Candi Prambanan
Selasa, 21 Juli 2020
Hemat Listrik, Hemat Sumber Daya Alam
Mengapa
kita harus hemat listrik? Apa hubungan hemat listrik dengan kelestarian
lingkungan?
Listrik yang kita pakai saat ini sebagian besar masih berasal dari pembangkit yang menggunakan bahan bakar fosil. Selain menghabiskan sumber daya alam tak terbarukan, pembangkit dengan bahan bakar fosil menghasilkan polutan udara serta gas rumah kaca yang berdampak negatif terhadap perubahan iklim. Dengan menghemat pemakaian listrik, kita tidak hanya menghemat biaya pembayaran listrik, tetapi sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan mengurangi polusi udara, yang akan mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menghemat listrik? Hal pertama adalah mengatur penerangan. Matikan lampu di ruangan yang tidak terpakai. Bersihkan bola lampu yang kotor dan penuh debu. Jika dimungkinkan, saat siang hari bukalah jendela agar sinar matahari masuk dan sebagian lampu dapat dimatikan. Manfaatkan lampu hemat energi terutama untuk lampu-lampu yang harus menyala cukup lama, agar jumlah listrik yang digunakan tidak terlalu besar.
Saat ini, hampir semua peralatan rumah tangga menggunakan perangkat elektronik yang memanfaatkan daya listrik. Terkadang kita lupa mencabut kabel daya perangkat elektronik setiap selesai digunakan, padahal perangkat elektronik yang masih terpasang di stop kontak masih menyedot daya listrik, sehingga menyebabkan pemborosan. Demikian juga dengan perangkat elektronik yang terpasang dalam posisi standby (bukan off), akan memakan daya listrik. Untuk menghemat listrik, jangan lupa mencabut kabel daya perangkat elektronik setiap kali selesai digunakan, sehingga aliran listrik terputus dan penggunaan listrik lebih hemat. Demikian juga saat kita mengisi daya peralatan elektronik – seperti laptop dan ponsel – apabila indikator batere sudah penuh, sebaiknya segera cabut kabel pengisi dayanya. Selain menghemat daya listrik, hal ini juga akan memperpanjang masa pakai peralatan elektronik.
Di kawasan tropis seperti Indonesia, banyak bangunan di kota berhawa panas memasang air conditioner (AC), yang membutuhkan daya listrik cukup tinggi. Namun dengan pengaturan yang cermat, kita masih bisa berhemat listrik saat menggunakan AC. Misalnya ketika ruangan dalam keadaan kosong, pastikan AC tidak menyala. Pada ruangan di mana AC sedang menyala, usahakan pintu dan jendela dalam keadaan tertutup, sehingga pendinginan AC berjalan lebih efektif, dan listrik yang digunakan lebih hemat.
Dengan melakukan beberapa tindakan sederhana, kita bisa melakukan penghematan penggunaan listrik, sekaligus berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Dampaknya bukan hanya bisa dirasakan sebagai penghematan hari ini, tetapi juga akan dirasakan oleh anak cucu kita. Mulailah menghemat listrik dari diri kita, mulai saat ini, demi kelestarian lingkungan di masa depan.Minggu, 19 Juli 2020
Mencegah Kebakaran Akibat Microwave
- Sesuaikan pengoperasian microwave dengan jenis makanan yang akan dihangatkan. Biasanya microwave disertai buku panduan yang menyebutkan lama waktu dan tingkat panas yang sebaiknya digunakan untuk berbagai jenis makanan. Ikuti panduan tersebut untuk memastikan makanan yang akan dihangatkan tidak terlalu lama dipanaskan sehingga over heat.
- Jangan meninggalkan microwave tanpa pengawasan saat beroperasi. Microwave umumnya dioperasikan dalam waktu singkat, sehingga mengawasi microwave bukan hal yang memakan waktu. Menunggui microwave yang sedang beroperasi akan memastikan kita bisa mengambil tindakan segera jika terjadi masalah saat menggunakan microwave.
- Gunakan hanya wadah dan peralatan yang aman untuk microwave. Umumnya wadah kaca aman digunakan untuk microwave. Beberapa wadah plastik aman untuk digunakan di microwave, asal tidak terlalu lama. Biasanya pada dasar wadah plastik tersebut terdapat tulisan “microwave oven safe”. Jangan gunakan wadah dari logam (termasuk aluminium foil), karena wadah logam sangat mudah menyerap panas, sehingga jika digunakan dalam microwave berpotensi terjadi over heat.
Kamis, 09 Juli 2020
Pola Hidup Sehat Saat WFH
Kamis, 25 Juni 2020
Sosrokartono, Si Jenius Dari Timur
| Lukisan Diri RM Pandji Sosrokartono koleksi Museum RA Kartini, Jepara |
| Hiasan Dinding Bertulisan "Alif" Koleksi Museum RA Kartini, Jepara |
Selama di Bandung, Kartono lebih dikenal sebagai “Ndoro Sosro”. Kartono menyebut dirinya sendiri sebagai “Mandor Kloengsoe” (klungsu = biji asam). Beliau memang mengibaratkan dirinya seperti biji pohon asem: kecil, namun menjadi sebab tumbuhnya pohon asem yang besar dan rimbun. Beberapa panggilan dan julukan lain yang disematkan kepada beliau adalah “Joko Pring” (bujangan seperti pohon bambu), wonderdokter, juragan dokter cai pengeran, dokter alif, Oom Sos, atau Eyang Sosro.
| Ndoro Sosro a.k.a. Mandor Kloengsoe, Foto Koleksi Museum RA Kartini Jepara |
Sabtu, 09 Mei 2020
Kartini dan STOVIA
Kita mengenal Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa Kartini ternyata nyaris menjadi siswa di STOVIA. Ketika J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Kerajinan, dan Agama datang ke Jepara pada tahun 1900 untuk mendiskusikan pendirian sekolah bagi putri bangsawan, Abendanon terkesan dengan kunjungan ke Jepara, sehingga mengundang Bupati Sosroningrat (ayah Kartini) dan keluarga untuk berkunjung ke Batavia. Perjalanan ke Batavia memberi secercah harapan, karena Abendanon bersedia membantu Kartini untuk masuk STOVIA. Kartini menilai pilihan tersebut cukup realistis, karena STOVIA berada di Batavia, dan tidak memerlukan biaya. Namun harapannya pupus karena ayahnya tidak setuju, dengan alasan saat itu murid STOVIA seluruhnya laki-laki.
Sosok Kartini mungkin lebih dikenal sebagai tokoh emansipasi perempuan. Namun sejatinya perjuangan Kartini lebih luas daripada itu. Kartini telah mengungkapkan gagasannya tentang kebangsaan dalam surat-suratnya. Jauh sebelum berdirinya Boedi Oetomo, Kartini telah berkorespondensi dengan berbagai pihak mengenai gagasan kebangsaan, termasuk dengan orang-orang penting di Eropa, sahabat penanya, dan bahkan para pelajar STOVIA. Surat-surat Kartini membuat banyak para pelajar STOVIA terbakar semangat nasionalismenya.
Tahun 1903, dalam sebuah pertemuan saat berkunjung ke Batavia, Kartini telah menggaungkan semangat pergerakan nasional. Saat itulah kata-kata “Jong Java” pertama kali keluar dari mulut Kartini. Buah pikiran Kartini ini menginspirasi banyak pihak, termasuk dr. Cipto Mangunkusumo dan para siswa STOVIA lainnya. Sedemikian menginspirasinya Kartini bagi para siswa STOVIA, mereka menganggap Kartini sebagai tempat berkeluh kesah, tempat bertukar pikiran, dan penyemangat bagi anak-anak muda. Untuk itulah mereka memanggil Kartini sebagai “Ayunda”, yang bermakna “kakak perempuan”.
Semangat yang diinspirasi Kartini inilah yang kemudian memicu berdirinya Boedi Oetomo, yang selanjutnya menggerakkan pergerakan-pergerakan nasional lainnya hingga menuju Proklamasi Kemerdekaan. Karena inspirasinya ini, banyak pihak yang menganggap Kartini memiliki tempat khusus sebagai Ibu Nasionalisme. Namun mengapa konsep nasionalisme Kartini tidak pernah kita kenal dengan konkrit? Mungkin karena gagasan nasionalisme yang diusung Kartini masih sangat konseptual, dan tercerai berai dalam surat-suratnya, sehingga sulit diterjemahkan ke dalam dunia pergerakan.
Minggu, 04 Juni 2017
Look Who’s Talking: Para Perempuan Inspiratif di Hari Kartini 2017
Masih menurut Ibu Yeni, Pertamina telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pekerja perempuan untuk berkarya. Bahkan perusahaan telah mengupayakan workplace yang lebih nyaman bagi pekerja perempuan, di antaranya dengan membuat nursery yang memungkinkan pekerja perempuan membawa anak saat bekerja. Dengan besarnya kesempatan yang sudah diberikan perusahaan, tidak ada yang bisa menghentikan para pekerja perempuan untuk berkarya. Hanya diri pekerja perempuan sendiri yang dapat menghentikan kita untuk maju dan terus berkarya. Untuk itulah acara ini mengangkat hashtag #unstoppableme.
Dalam acara inti peringatan Hari Kartini Tahun 2017 berupa Talkshow bertema Looks Who’s Talking yang dipandu oleh Alvin Adam, dihadirkan 2 (dua) orang narasumber yaitu para perempuan yang dianggap sebagai sumber inspirasi bagi perempuan-perempuan lain. Narasumber pertama dalam talkshow adalah Mahmudah, Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina (Persero) yang bertugas di TBBM Rewulu, Yogyakarta. Sebelum berprofesi sebagai AMT, Ibu Mahmudah pernah menjalani profesi sebagai pengemudi bis pariwisata antar kota selama 16 tahun. Sebagai AMT, setiap harinya Ibu Mahmudah harus standby di filling shed mulai jam 3 pagi, dan menempuh perjalanan mengantar BBM sepanjang tidak kurang 200 km. Bagi ibu tiga anak ini, pekerjaan berat tersebut ia jalani dengan bangga dan bahagia, demi anak-anaknya. Budaya kinerja tinggi di Pertamina memberikan inspirasi bagi Ibu Mahmudah untuk senantiasa bersemangat bekerja untuk perusahaan dan memberikan yang terbaik.
Sabtu, 20 Februari 2016
Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia
Judul Buku : Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia
Jenis : Buku Umum/Edukasi
Penulis : Arini Tathagati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2015
ISBN : 9786020323459
Kolasi : viii + 118 halaman
Terkadang calon mahasiswa dan orang tua menghadapi kebingungan dalam memilih bidang studi apa yang sebaiknya diambil saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Seringkali calon mahasiswa dan orang tua mendapatkan bayangan atau informasi yang kurang tepat mengenai jurusan yang dipilih. Kasus lainnya, banyak yang terbuai mimpi memilih jurusan bergengsi, padahal minat dan kemampuannya tidak sesuai dengan jurusan tersebut. Akibatnya seringkali mahasiswa mengalami hambatan pada saat belajar di perguruan tinggi, bahkan dapat berujung pada mahasiswa tersebut drop-out.
Buku ini berisi gambaran mengenai program studi Teknik Kimia, mulai dari lingkup program studinya, mata kuliah yang dipelajari, serta profesi apa saja yang bisa dijalani oleh para lulusannya. Khususnya bagi para calon mahasiswa, buku ini juga memberikan berbagai kiat-kiat menempuh pendidikan di program studi Teknik Kimia. Setelah membaca buku ini, baik para calon mahasiswa maupun orang tua akan lebih memahami mengenai program studi Teknik Kimia dan profesi insinyur teknik kimia, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih program studi yang akan ditempuh di perguruan tinggi.
Buku ini diawali dengan pengenalan Program Studi Teknik Kimia, bagaimana sejarah munculnya bidang keilmuan Teknik Kimia, dan peluang profesi apa saja yang bisa dijalani lulusan Program Stui Teknik Kimia. Bab II menjelaskan mengenai materi apa saja yang dipelajari di Program Studi Teknik Kimia, baik materi yang disampaikan di kelas, praktikum di laboratorium, kerja praktek, perancangan pabrik, hingga penelitian. Pada Bab III, disampaikan mengenai minat dan kemampuan apa saja yang sebaiknya dimiliki jika ingin berhasil menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Kimia. Pada Bab IV, terdapat kiat-kiat untuk berhasil dalam menjalani pendidikan di Program Studi Teknik Kimia, termasuk kiat-kiat untuk hal-hal non teknis di luar kegiatan pendidikan. Sedangkan pada Bab V diberikan daftar universitas di Indonesia yang memiliki program studi S1 Teknik Kimia beserta status akreditasinya di tahun 2015.
Jumat, 21 November 2014
Mari Menyusun SOP
Pertanyaan yang sering timbul dalam proses penyusunan SOP adalah harus mulai dari mana, seperti apa bentuknya, dan apa saja yang harus dituangkan dalam SOP. Buku “Mudah Menyusun SOP” akan membantu Anda memberikan gambaran seperti apa struktur SOP dalam organisasi, jenis-jenis dokumen yang termasuk dalam SOP, cara menyusun dokumen SOP, serta cara untuk memastikan agar prosedur yang diatur dalam SOP berjalan dengan efektif dan efisien. Walaupun model yang dijelaskan dalam buku ini adalah model yang umumnya digunakan dalam korporasi besar, namun Sistem Tata Kerja yang diulas dapat juga diterapkan dalam organisasi kecil atau bisnis perorangan.
Judul: Mudah Menyusun SOP
Penulis : Arini T. Soemohadiwidjojo
Penerbit : Penebar Plus
Terbit : Jakarta, November 2014
ISBN : 9786021279175
Harga : Rp 54.000,-
Jumat, 31 Oktober 2014
Rahasia Menjadi Penulis dan Membuat Buku
Saya mulai berlatih menulis dengan menulis buku harian. Tentu saja, isi tulisan tersebut sangat personal bagi saya, jadi seandainya tulisannya jelek, kalimatnya tidak “bunyi”, atau melanggar EYD, tidak ada yang akan mengomentari, karena tulisan-tulisan itu memang hanya untuk konsumsi saya sendiri. Namun semakin sering saya menulis, ternyata kemampuan saya untuk memilih kata dan menyusun kalimat yang “bunyi” menjadi lebih terasah. Kemampuan ini terasa sangat membantu ketika saya memberanikan diri untuk menulis artikel ilmiah, sebuah tulisan dengan topik yang serius untuk dibaca publik. Kata demi kata mengalir dengan lebih mudah, dan hasilnya adalah sebuah artikel yang mudah dipahami namun tidak meninggalkan esensi isinya.
Semakin sering kita menulis, biasanya timbul cita-cita baru: membuat buku. Hampir semua orang yang aktif menulis ingin menulis buku. Namun seringkali proses penulisan buku terbentur oleh berbagai kendala, mulai dari kesulitan menemukan ide buku, proses penulisan buku itu sendiri, hingga bagaimana buku tersebut akan diterbitkan. Terkadang ide topik buku sudah muncul, tapi bingung harus mulai menulis dari mana. Ketika sudah mulai menulis buku, terkadang penulis terbentur writers’ block, yang membuat penulis seperti mati gaya dan tidak punya ide apa yang harus diulas untuk meneruskan tulisannya. Ketika naskah buku sudah selesai, persoalan lain timbul: ke mana naskah buku ini harus diberikan agar diterbitkan dan dapat dibaca oleh khalayak?
Berikut ini adalah beberapa tips menulis buku agar penulisan buku berjalan dengan lancar:
- Tentukan topik yang ingin ditulis, dan fokus serta konsisten menulis topik tersebut. Sama seperti ketika Anda mengawali menjadi penulis, pilihlah topik yang Anda sukai dan kuasai betul. Memilih topik yang disukai dan dikuasai merupakan hal yang bisa memotivasi Anda untuk terus menulis dan menulis hingga buku tersebut rampung.
- Tetapkan siapa target pembacanya. Ini akan menentukan gaya bahasa yang Anda gunakan dalam menulis buku.
- Tetapkan target jumlah halaman buku. Kemudian tetapkan target menulis harian secara realistis (misalnya 5 halaman A4 per hari), untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis buku tersebut.
- Sebelum menulis, buat kerangka/outline sebagai panduan Anda. Outline akan membuat proses penulisan buku Anda lebih terarah. Outline juga bermanfaat ketika Anda mengalami writers’ block, karena akan membantu menyegarkan ingatan Anda tentang desain awal dari buku yang sedang Anda tulis.
- Dalam proses menulis, carilah data yang valid. Gunakan referensi sebanyak-banyaknya, jika perlu lakukan wawancara dengan banyak narasumber. Sebuah buku dengan data yang obsolete atau data yang salah tentunya tidak akan menarik untuk dibaca dalam jangka panjang. Untuk buku bergenre non fiksi, keabsahan data merupakan sebuah keharusan. Bahkan buku bergenre fiksi seperti novel atau teenlit akan menjadi lebih menarik jika setting yang digunakan mendekati kondisi yang sebenarnya.
- Setelah selesai menulis, lakukan self-editing, untuk memastikan tulisan Anda “bunyi”, enak dibaca, alurnya mengalir, dan sesuai EYD.
Setelah buku selesai ditulis, tahap berikutnya adalah menerbitkan buku tersebut. Banyak cara agar buku tersebut bisa dipublikasikan kepada khalayak. Cara yang konvensional adalah dengan menawarkan naskah tersebut kepada penerbit. Tentunya Anda harus mencari penerbit yang sesuai dengan genre tulisan Anda, serta memiliki reputasi yang terpercaya. Tidak jarang terjadi kasus penulis yang naskahnya dibawa lari oleh penerbit yang memiliki itikad kurang baik, atau ketika buku sudah terbit, pembayaran naskah atau royaltinya tidak pernah dilakukan. Untuk tahu mana penerbit yang terpercaya, Anda bisa berdiskusi dengan penulis yang berpengalaman menerbitkan buku.
Pada umumnya penulis ingin bukunya dapat diterbitkan oleh penerbit besar yang bonafit, syukur-syukur bisa menembus penerbit papan atas seperti Gramedia Group. Namun di penerbit besar, proposal buku Anda akan bersaing dengan ratusan, bahkan ribuan proposal buku lainnya. Saat ini ada cara agar konsep buku Anda bisa diterbitkan lebih cepat, yaitu melalui self-publishing. Pada umumnya penerbit yang melayani jasa self-publishing bersedia menerbitkan naskah Anda, bagaimana pun kualitas naskahnya, selama naskah tersebut bermanfaat, tidak mengandung penghinaan, SARA, atau hal-hal lain yang melanggar norma dan etika pada umumnya. Salah satu penerbit yang memiliki layanan self-publishing adalah Rasibook, yang menyediakan berbagai layanan paket penerbitan.
Sudah mencoba ke penerbit besar, sudah mencoba self-publishing, tapi buku Anda masih belum beruntung? Tetaplah berikhtiar. Sama seperti setiap orang yang memiliki rejekinya masing-masing, setiap tulisan pun memiliki “rejeki”nya sendiri. Apakah tulisan kita ditakdirkan untuk menjadi buku yang laku keras dan bermanfaat, kita tidak pernah tahu jika tidak pernah melakukan upaya untuk menerbitkannya. Beberapa penulis ternama telah membuktikan bahwa mereka perlu mencoba hingga ribuan kali, sebelum buku mereka diterbitkan dan menjadi best seller sepanjang masa. Jadi jangan pernah menyerah, tetap semangat untuk menulis dan mencoba menerbitkan buku, mungkin suatu saat Anda akan ditunjukkan jalan yang terbaik untuk menulis buku dan menerbitkannya, serta memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Updated: tulisan ini dan beberapa tulisan peserta lomba lainnya sudah dibukukan dalam buku "Jejak Langkah Penulis" terbitan Rasibook. Dapatkan segera di www.rasibook.com!










